Nawal menjelaskan, kader Posyandu dari 35 kabupaten/kota akan mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi tersebut. Mereka diharapkan mampu membantu masyarakat yang menghadapi persoalan data kesejahteraan sosial, termasuk ketika data desil tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya maupun saat mengajukan sanggahan atas bantuan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Posyandu Jawa Tengah juga menjalin kerja sama dengan Universitas Diponegoro, khususnya bidang psikologi, untuk memperkuat layanan kesehatan mental di masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan layanan kesehatan mental di Posyandu, sekaligus membuka ruang keterlibatan mahasiswa melalui program KKN tematik dan penelitian.

Pada rapat koordinasi tersebut juga dilaksanakan pemberian apresiasi kepada sejumlah Posyandu kabupaten/kota, desa, dan kelurahan atas dedikasi serta inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Nawal menyampaikan jumlah Posyandu di Jawa Tengah yang telah terdata mencapai lebih dari 20.000 unit. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah Posyandu teregistrasi terbanyak di Kementerian Kesehatan.