Kemudian, 259.000 liter bersumber dari APBN, dan 38.755.100 liter dari CSR perusahaan maupun lembaga swadaya masyarakat,

Beberapa daerah dengan distribusi air bersih tertinggi di Jateng, meliputi Kabupaten Klaten, Pemalang, Purbalingga, Boyolali, Grobogan, Banyumas, Sragen, Cilacap, Blora, dan Banjarnegara.

"Kekeringan sudah kita petakan. Semua komponen bergerak. BPBD bergerak, PMI bergerak, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bergerak, TNI dan Polri bergerak. Untuk masyarakat kita salurkan air bersih," katanya.

Ia menjelaskan penanganan dampak kekeringan tersebut tidak hanya untuk masyarakat yang membutuhkan air bersih, namun juga terkait lahan pertanian dalam rangka menjaga produktivitas komoditas pangan dan ketahanan pangan.

Maka dari itu, ia juga meminta kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng berkoordinasi dengan seluruh bupati-wali kota beserta jajaran dan TNI untuk melakukan pemetaan dan intervensi kebutuhan air bagi petani.