Iwan mengatakan, hasil koordinasi tim penghubung atau Liaison Officer (LO) dengan 38 provinsi memperkirakan sekitar 2.833 kafilah dan official akan datang ke Jawa Tengah. Mereka kemungkinan datang dengan pendamping dan rombongan lainnya, sehingga jumlah yang terlibat dalam rangkaian MTQN diperkirakan mencapai 7.000 orang.
Untuk melayani tamu, Iwan menerangkan, pihaknya menggandeng berbagai stakeholder seperti Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tim penghubung, dan lainnya.
Pelayanan kafilah diperkuat dengan melibatkan 190 ASN dari 38 perangkat daerah Provinsi Jateng sebagai tim penghubung. Mereka akan mendampingi kafilah sejak kedatangan, selama mengikuti rangkaian kegiatan, hingga kepulangan.
Selanjutnya, panitia menyiapkan 15 unit bus berkapasitas 50 penumpang, lima unit truk box, 63 unit Toyota Hiace, dan 76 unit Innova Reborn. Armada tersebut akan digunakan untuk penjemputan, pengantaran, serta mobilitas kafilah, dewan hakim, panitera, dan panitia selama musabaqah.
Layanan kesehatan juga bersiaga selama 24 jam dari awal hingga akhir MTQ. Tim kesehatan akan ditempatkan di lokasi registrasi, venue utama, venue musabaqah, pameran, sekretariat, serta hotel penginapan kafilah.
Rumah sakit rujukan juga telah disiapkan, termasuk RSUP Dr. Kariadi, RS Nasional Diponegoro, RS KRMT Wongsonegoro, SMC RS Telogorejo, RSUD Dr. Adhyatma, dan MPH Tugurejo.
Ada pula kegiatan pendukung berupa pameran MTQ di kawasan eks EPlaza/Gama Plaza dengan menghadirkan 150 booth yang akan diikuti kementerian/lembaga, 38 provinsi, 35 kabupaten/kota, serta UMKM Jawa Tengah. Selain itu, diselenggarakan pawai ta'aruf yang dijadwalkan pada 12 September 2026.