NADIKABAR.COM β Pemerintah Provinsi Jawa Timur menuntaskan pembangunan dan perbaikan empat infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Pacitan pada 2026 untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat dan memulihkan konektivitas wilayah terdampak bencana.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji meresmikan perbaikan jalan napak tilas gerilya Jenderal Sudirman, pelebaran ruas Arjosari-Purwantoro, pembangunan kembali Jembatan Kaligoro II, serta talud pengaman jalan Karanggede-Jatimalang Jum'at.
βPembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan serta jembatan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan,β kata Khofifah dalam keterangan tertulis.
Perbaikan jalan napak tilas gerilya Jenderal Sudirman di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, mencakup ruas sepanjang 2,25 kilometer dengan nilai kontrak Rp2,855 miliar. Lebar jalan yang semula sekitar dua meter ditingkatkan menjadi 2,5-3 meter untuk mempermudah mobilitas warga.
Pemprov Jatim juga menyelesaikan pelebaran ruas Arjosari-Purwantoro hingga batas Provinsi Jawa Tengah di Kecamatan Nawangan dengan nilai kontrak Rp13 miliar. Pekerjaan berlangsung pada 25 Maret hingga 2 Oktober 2026 untuk meningkatkan kapasitas jalan dan kelancaran distribusi barang.
Sementara itu, Jembatan Kaligoro II di Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, dibangun kembali menggunakan konstruksi Bailey setelah rusak akibat banjir. Jembatan sepanjang 30 meter dan lebar 3,1 meter tersebut menelan anggaran Rp4,47 miliar.
Pemprov Jatim juga membangun talud pengaman jalan Karanggede-Jatimalang di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, menggunakan konstruksi bronjong. Pekerjaan senilai Rp1,51 miliar itu bertujuan menjaga kestabilan lereng dan melindungi badan jalan dari risiko kerusakan akibat longsor.
Penanganan kedua infrastruktur terdampak bencana tersebut menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026. Adapun seluruh proyek ditangani Dinas PU Bina Marga Jatim melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Pacitan.
Khofifah mengatakan pemulihan infrastruktur pascabencana penting untuk memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman, termasuk menjangkau fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pusat perekonomian.
Ia juga mengajak masyarakat dan pemerintah daerah merawat infrastruktur yang telah dibangun serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.
Salah seorang warga Desa Kasihan, Nurani, mengapresiasi perbaikan jalan yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui saat hujan. Kondisi jalan yang lebih baik kini memudahkan warga menuju pasar dan sekolah.