NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan pentingnya hilirisasi komoditas pertambangan secara utuh agar hasil tambang daerah tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah atau setengah jadi, melainkan produk jadi yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi.

"Kalau nikel dan lain-lain, kita tidak melakukan lagi ekspor yang setengah jadi, tapi harus sudah jadi full. Karena kalau dia berada di mulut tambang dan berada di mulut industri, itu berbeda harga," kata Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido di Palu, Minggu.

Ia mengemukakan optimalisasi pengelolaan sektor tambang seperti nikel harus berfokus pada pengolahan tingkat akhir di dalam negeri guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah.