"Skema hilirisasi pertambangan yang berjalan optimal harus dipastikan memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar, sekaligus membuka peluang lapangan kerja dan mendorong lahirnya ekosistem usaha pendukung di sekitar kawasan industri," sebutnya.

Menurut dia, pemerintah daerah memastikan terbuka bagi para investor yang ingin menanamkan modal dan membangun industri pengolahan di Sulawesi Tengah, selama seluruh mekanisme perizinan dan tata kelola dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Kami sangat terbuka kalau ada investor yang mau masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah. Kami tidak persulit, yang penting investor bisa melakukan hal-hal yang sesuai dengan aturan," ucapnya.