Percepatan pekerjaan tetap dilakukan meskipun sejumlah lokasi menghadapi hujan dan banjir susulan. Pekerjaan sumber daya air di Kecamatan Tukka, misalnya, terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan dan melindungi masyarakat dari dampak kerusakan berulang.
Sementara itu, Wakil Kepala Posko Nasional Satgas PRR Marsma TNI Ridha Hermawan mengapresiasi langkah Pemprov Sumatera Utara dalam memanfaatkan tambahan TKD. Satgas PRR juga membuka pendampingan bagi pemerintah provinsi serta kabupaten/kota untuk membantu mengatasi kendala administratif maupun pelaksanaan program.
"Kami mengapresiasi kerja keras yang telah dilaksanakan Pemprov Sumatera Utara dalam pemanfaatan TKD tambahan yang cukup besar. Satgas dan Posko juga membuka asistensi kepada pemerintah daerah agar terus fokus memanfaatkan TKD untuk pemulihan pascabencana," kata Ridha.
Menurut Ridha, penyelarasan data menjadi bagian penting untuk memastikan laporan keuangan menggambarkan kondisi pekerjaan di lapangan secara akurat. Pemutakhiran data juga diperlukan agar perkembangan pemulihan dapat dipantau dan kendala yang menghambat pekerjaan segera diselesaikan.
"Memang ada kesenjangan antara pelaporan administratif penyerapan anggaran dan capaian fisik pembangunan yang sebetulnya jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan. Untuk itu, kami mendorong harmonisasi dan penginputan data agar dapat dilaporkan kepada Kasatgas," tutupnya.