"Pemerintah telah menginstruksikan seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama fasilitas kesehatan yang berada di wilayah dengan radius lebih dekat dengan Gunung Anak Krakatau maupun daerah yang terdampak sebaran abu," ujarnya.

Kesiapsiagaan itu mencakup tenaga medis hingga ketersediaan obat-obatan, bahan medis habis pakai, oksigen, serta sistem rujukan pasien.

"Kami meminta kesiapsiagaan penuh dari tenaga kesehatan, ketersediaan obat-obatan, bahan medis habis pakai, stok oksigen, hingga sistem rujukan medis yang harus selalu siap digunakan apabila diperlukan," kata Jihan.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.