Jihan mengimbau warga tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Dia menyebut aktivitas Gunung Anak Krakatau secara visual memang terlihat menurun, namun aktivitas vulkaniknya masih bersifat fluktuatif.

Warga yang berada di wilayah terdampak abu juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus keluar, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, pakaian lengan panjang, serta pelindung mata.

"Apabila harus beraktivitas di luar, maka menggunakan masker, pakaian lengan panjang serta pelindung mata atau goggle," tuturnya.

Pemprov Lampung juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.