Saat Muse diluncurkan, Wang menjadi salah satu promotor paling agresif, membanjiri medsos dengan meme, testimoni, hingga sindiran ke kompetitor.
Ia mengunggah lebih dari 300 cuitan di X setelah peluncuran aplikasi, termasuk lebih dari 100 cuitan dalam lima hari. Banyak dari unggahannya menampilkan Jolly, maskot Muse, sementara yang lain menyoroti cerita pengguna mengenai bagaimana agen AI itu membantu menghemat uang atau mengurus tugas sehari-hari.
"Wang mencoba menyisipkan Muse ke budaya meme dengan menjauhi jargon korporat sejauh mungkin. Rasanya strategi humas-nya adalah jadi anti-PR," ujar Nick Braund, pendiri agensi Words+Pixels.
Wang menegaskan kampanye ini sebagian besar inisiatifnya sendiri. "Seseorang hari ini bilang saya punya tim medsos terbaik untuk peluncuran muse. Bro, ini semua saya sendiri yang maju tanpa filter nulis twit ini. Saya nggak ngebiarin gaya bahasa korporat murahan mendekati twit saya," tulisnya
Kampanye ini juga merembet ke persaingan terbuka dengan Instinct, agen AI pribadi yang didirikan sesama dropout, Noah Shinn.
"Muse jelas melibas Insect (serangga)," tulis Wang, sengaja mempelesetkan nama sang rival. Ia sesumbar Muse bakal mengalahkan Instinct dalam pertarungan MMA dan menyebut aplikasinya jauh lebih seksi.