“Lokasi Tahura dipilih karena merupakan kawasan hutan lindung yang harus dipulihkan dari bekas kebakaran,” tutur Inisiator Borneo Kind Wawan Irawan.
Gerakan swadaya masyarakat tersebut mengumpulkan dana bantuan patungan dari warga serta dukungan sarana prasarana dari berbagai lembaga mitra daerah setempat.
Dukungan penanganan lahan diberikan secara terpadu oleh jajaran Otorita IKN, Dinas Kehutanan Kaltim, BPBD, serta UPTD Tahura Bukit Soeharto secara berkesinambungan.
“Aksi pemulihan ekosistem ini disiapkan untuk mengembalikan habitat satwa endemik Kalimantan seperti orang utan,” ucap Wawan.
Tim relawan di lapangan telah menyiapkan seribu lubang tanam guna memastikan kelancaran seluruh proses kegiatan penanaman bibit pohon secara merata.