NADIKABAR.COM — Meski lanskap sejarah telah bermutasi menjadi rumit, dari era perlawanan terhadap kolonialisme penjajah hingga melawan kepungan ketimpangan, patologi korupsi, dan kehancuran ekologi, watak dasar pemuda dari generasi ke generasi tidak pernah menanggalkan satu hal penting yaitu mereka perintis yang membabat belukar zaman.
Hari ini, determinasi tersebut bermanifestasi secara global pada Gen Z dan milenial. Dari gerakan iklim di Eropa, perlindungan Amazon di Brasil, demokrasi digital di Pakistan, hingga krisis perumahan di Korea Selatan dan Inggris, kaum muda terbukti konsisten mengorganisasi diri melawan persoalan yang merusak ruang hidup mereka.
Kendati berakar dari teritori tertentu, seluruh gerakan lintas batas itu bermuara pada satu titik temu yang sama yakni gugatan kolektif atas hak atas masa depan yang lebih adil, aman, dan berkelanjutan. Keresahan global ini juga yang dirasakan di Indonesia. Anak muda mengorganisir diri untuk melawan darurat kebakaran hutan dan lahan.
Di tengah krisis yang berkepanjangan, generasi muda kini tidak lagi terikat pada dikotomi ideologi klasik kiri-kanan maupun ketokohan figur tunggal. Mobilisasi politik mereka bersifat cair dan berbasis isu konkret tentang keadilan ekologis, ekonomi digital, serta transparansi tata kelola.