NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara menargetkan pekerjaan pemulihan infrastruktur yang didukung tambahan Transfer ke Daerah (TKD) selesai pada pertengahan November 2026. Percepatan tersebut diarahkan agar perbaikan jalan, irigasi, dan fasilitas pendukung segera memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana.

Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya menyebutkan progres pekerjaan fisik di lapangan saat ini sudah hampir menyentuh angka 90 persen. Ia memastikan tidak ada kendala besar dalam proses rekonstruksi meski ada sejumlah bagian kecil yang masih memerlukan tahap penyempurnaan akhir.

"Kalaupun ada sedikit-sedikit, hanya untuk diperbaiki, sekadar menuntaskan hingga 100 persen, bukan yang terlalu mendesak. Insyaallah segera tuntas," kata Darma pada keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).

Sejalan dengan perkembangan fisik tersebut, realisasi keuangan tambahan TKD Kabupaten Serdang Bedagai per 28 Oktober 2026 mencapai Rp113,04 miliar atau 49,95 persen dari pagu Rp226,29 miliar. Dukungan anggaran dimanfaatkan untuk pendidikan, kesehatan, pertanian, infrastruktur, serta kebutuhan pelayanan dan pemulihan lainnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Serdang Bedagai Rusmiani Purba menambahkan percepatan saat ini difokuskan pada penyelesaian pekerjaan infrastruktur.

"Insyaallah seluruh pekerjaan fisik di lapangan bisa kita selesaikan pada pertengahan November ini," ujarnya.

Adapun bidang infrastruktur memperoleh alokasi terbesar, yakni Rp93,35 miliar, dengan realisasi Rp45,64 miliar atau 48,90 persen. Kegiatannya meliputi rehabilitasi jalan, pembangunan jembatan, perbaikan irigasi, penyediaan air minum, jalan lingkungan, dan drainase untuk mendukung mobilitas serta kebutuhan dasar warga.

Pemulihan pertanian juga menunjukkan perkembangan positif. Dari alokasi Rp2,51 miliar, realisasi keuangannya mencapai Rp2,40 miliar atau 95,34 persen. Anggaran tersebut antara lain mendukung rehabilitasi jaringan irigasi usaha tani dan jalan usaha tani agar kegiatan produksi serta pengangkutan hasil pertanian kembali lancar.

Pada bidang pendidikan, tambahan TKD digunakan untuk rehabilitasi sekolah, pengadaan mebel, serta sarana dan prasarana pembelajaran. Sementara itu, dukungan kesehatan mencakup pemeliharaan fasilitas, pelayanan kesehatan, obat-obatan, dan alat penunjang medis.

Rusmiani menegaskan tambahan anggaran tersebut sangat bermanfaat bagi daerah, termasuk untuk memberikan bantuan keuangan kepada Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Sementara itu, Wakil Kepala Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Marsma TNI Ridha Hermawan mengapresiasi pemanfaatan anggaran oleh Pemkab Serdang Bedagai. Ia menilai target penyelesaian pada November menjadi langkah positif untuk mempercepat manfaat pemulihan bagi masyarakat.

"Kami dari Satgas tentunya sangat mengapresiasi Kabupaten Serdang Bedagai yang telah menyerap anggaran dan memanfaatkannya sesuai arahan Bapak Kasatgas, dalam hal ini untuk pemulihan bencana di Kabupaten Serdang Bedagai. Terutama di bidang infrastruktur, bahwa dari laporan yang ada, insyaallah bisa diselesaikan pada November 2026 dan tidak sampai akhir tahun. Saya kira pelaksanaan di Kabupaten Serdang Bedagai ini perlu diapresiasi," ujar Ridha.

Selain menuntaskan pekerjaan, Pemkab Serdang Bedagai tetap menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Alat berat disiagakan dan normalisasi sungai telah dilakukan sebagai bagian dari kesiapan daerah menangani potensi banjir serta menjaga infrastruktur yang telah dipulihkan.