Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar mengatakan pemulihan jembatan menjadi salah satu prioritas karena bencana hidrometeorologi mengakibatkan banyak akses masyarakat terputus.

"Sebagaimana kita ketahui, di Bener Meriah jembatan yang hanyut akibat bencana alam hidrometeorologi itu ada 154 jembatan," kata Tagore dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Sejumlah jembatan kini telah kembali berfungsi dan mulai memulihkan mobilitas masyarakat. Terbukanya akses menuju desa, kecamatan, dan kawasan perkebunan turut memperlancar pengangkutan hasil pertanian serta menggerakkan kembali kegiatan ekonomi warga.

"Keadaan perekonomian sudah bergerak, kemudian hubungan ke perkebunan, kecamatan, dan desa sudah terhubung," ujar Tagore.