NADIKABAR.COM β€” Penanggung Jawab Swasembada Pangan Aceh, Agus Susanto menyebutkan sekitar 57 ribu hektare lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, dengan sekitar 3.000 hektare mengalami kerusakan berat, penanganannya diperkirakan berlanjut pada 2027.β€¨β€¨β€¨β€œDari sekitar 57 ribu hektare, tinggal sekitar 3.000 hektare yang kerusakan nya berat,” kata Agus saat meninjau pemulihan lahan pertanian di Desa Gampong Baro, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu.

Ia menjelaskan pemulihan lahan pertanian dilakukan melalui program optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah. Sejumlah lahan yang sebelumnya tertimbun lumpur kini telah dibersihkan dan kembali ditanami, bahkan sebagian wilayah lainnya sudah memasuki masa panen.

Menurut Agus, kerusakan berat masih ditemukan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Aceh Utara dan Bireuen. Di Kabupaten Bireuen, Aceh sekitar 250 hektare lahan masih mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Ia mengatakan pemulihan lahan dengan kerusakan berat membutuhkan waktu, tenaga, anggaran, serta dukungan alat dan mesin pertanian. Pada beberapa lokasi, lumpur yang menimbun sawah mencapai ketebalan hingga dua meter sehingga proses pemulihannya lebih sulit.