Pembersihan jalur tersebut juga dilakukan dengan penyemprotan permukaan dan bahu jalan untuk mengurangi lumpur licin yang membahayakan pengguna. Dua mesin pemecah batu turut dioperasikan agar material berukuran besar dapat dihancurkan, sedangkan jembatan yang tersumbat material juga dibersihkan agar aliran air kembali berjalan lebih lancar.

Rangkaian penanganan di lapangan juga ditinjau oleh Tim Supervisi Posko Nasional Satgas PRR Pascabencana Sumatera bersama Wakil Bupati Solok dan instansi teknis untuk memastikan pembersihan jembatan yang terdampak material banjir.

"Jembatan yang tersumbat dibersihkan baik di Jembatan Arosuka maupun di jalan poros," ujar Ketua Tim Monev Khusus Kombes Pol, Dennie Andreas Dharmawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/09/2026).

Penanganan yang dilakukan saat ini juga disiapkan untuk menghadapi risiko banjir dalam jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur di kawasan hulu. BWS Sumatera V merencanakan penyusunan desain teknis sabo dam, sedangkan Tim Supervisi merekomendasikan pengawalan Posko Nasional Satgas PRR terhadap penyelesaian desain tersebut agar rencana perlindungan dapat berlanjut ke tahap konstruksi.