Kebutuhan warga terdampak juga menjadi bagian penting dari penanganan, seiring berjalannya pemulihan infrastruktur di sejumlah lokasi. Data per 24 September 2026 mencatat 411 jiwa terdampak langsung, dengan 53 keluarga atau 183 jiwa masih berada di pengungsian, terdiri atas 38 lansia, 39 balita, enam bayi, dan tiga ibu hamil.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih setelah jaringan perpipaan terputus, BPBPK Sumatera Barat mengerahkan tiga mobil tangki air ke posko pengungsian. Bantuan logistik awal dari BNPB juga telah disalurkan dan posko utama kembali mendata kebutuhan perlengkapan bayi dan kebutuhan perempuan, peralatan memasak, serta alat kebersihan.
Pemenuhan kebutuhan warga juga disertai pendampingan kesehatan dan psikososial bagi kelompok rentan. Tim SAR gabungan juga masih melanjutkan pencarian satu warga yang hilang dengan memperluas penyisiran hingga delapan kilometer menggunakan alat berat, anjing pelacak, dan drone termal.
Seluruh penanganan tersebut melibatkan lebih dari 1.000 personel lintas instansi yang dibagi ke dalam empat sektor kerja sesuai kebutuhan di lapangan. Pengerahan personel juga mencakup pembersihan kompleks perkantoran Pemkab Solok agar pelayanan masyarakat dapat segera pulih setelah 11 kantor dinas terdampak timbunan lumpur.