NADIKABAR.COM — Bendung Karet Sungai Juana Pati yang airnya menipis lantaran musim kemarau ramai diserbu gegara banyak ikan terdampar. Terkini, dasar bendung itu menyisakan bau menyengat lantaran banyak bangkai ikan.

Pantauan NadiKabar, sejumlah orang terlihat beraktivitas di dasar bendungan yang masih ada genangan airnya. Beberapa bagian tampak tanahnya pecah-pecah dampak dari debit air yang berkurang drastis.

Bau menyengat menusuk hidung akibat bangkai ikan yang mati di atas lumpur tebal yang mengering. Ikan sapu-sapu yang memenuhi bendung saat awal mengering kini sudah tidak banyak jumlahnya.

Ikan tersebut sebagian besar diambil warga untuk dijual hingga dijadikan pakan lele.

Warga Bungasrejo, Sunardi, mengungkapkan jumlah ikan sapu-sapu sudah berkurang drastis. Ia mengutarakan ada warga yang mengambil hingga puluhan ton.

"Jumlah ikan sudah berkurang. Kalau puluhan ton ada," kata Sunardi ditemui di lokasi, Jumat (4/8/2026).

Menurutnya, sepekan belakangan ini Bendung Karet Sungai Juana ramai didatangi warga setelah mengering. Sebab, di balik kekeringan itu, terdapat ribuan ikan sapu-sapu yang terdampar. Kondisi ini pun menjadi buruan warga sekitar.

"Ada seminggu ini ikan sapu-sapunya pada diambil oleh orang-orang," jelasnya.

Kini di lokasi banyak tersisa bangkai ikan dan belatung di lokasi. Bau menyengat pun menjadi keluhan warga sekitar lokasi Sungai Juana.

"Banyak ikan yang mati. Baunya kecing (busuk), menyengat sekali," jelasnya.

Warga lainnya, Rasia Ardiansyah, berujar 2 hari ini warga luar kota bahkan ikut memburu ikan sapu-sapu di dasar Sungai Juana yang kering.

"Sejak 2 hari yang lalu ambil ikan. Yang diambil ikan sapu-sapu," ujarnya ditemui di lokasi.

Ia menyebut warga yang datang membawa pikap sampai truk. Dia sendiri bersama warga lainnya bisa mendapatkan 10 ton ikan sapu-sapu.

"Kemarin sudah dapat 6 sampai 10 ton. Dibuat tepung ikan sama pakan lele. Harganya Rp 1 ribu sampai 2 ribu per kilogram," tutur dia.