NADIKABAR.COM — Polda Sumatera Selatan memperkuat upaya melindungi generasi muda dari bahaya narkoba melalui Focus Group Discussion (FGD) Fungsi Reserse Narkoba di Palembang. Forum tersebut mendorong penyusunan strategi pencegahan berbasis ketahanan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.

Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol. Rony Samtana membuka kegiatan mewakili Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho. FGD ini mengusung tema 'Strategi Penguatan Herd Immunity Policing guna Menanggulangi Kejahatan Narkotika dalam Rangka Ketahanan Ekonomi Nasional yang Produktif dan Inklusif'.

Dalam sambutan Sandi yang dibacakannya, Rony menekankan pentingnya pencegahan sebagai ukuran keberhasilan dalam melindungi masyarakat. Penindakan terhadap pelaku harus diiringi upaya membangun lingkungan yang mampu menangkal peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

"Kita tidak bangga dapat menangkap pelaku kejahatan, namun kita lebih bangga jika kejahatan itu bisa kita cegah dan menghasilkan rasa aman," ujar Rony dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).

Pesan tersebut disampaikan setelah konferensi pers pengungkapan kasus dan penggagalan pengiriman 35 kilogram sabu serta 600 butir pil Happy Five. Hal ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan masyarakat melalui penegakan hukum sekaligus pencegahan yang melibatkan berbagai pihak.

Melalui konsep herd immunity policing, Polda Sumsel mendorong terbentuknya ketahanan kolektif terhadap ancaman narkotika. Masyarakat diharapkan berperan aktif menjaga lingkungannya dan menjadi bagian dari sistem pencegahan.

"Masyarakat bukan hanya menjadi objek perlindungan, tetapi menjadi bagian aktif dari sistem pencegahan," tutur Rony.

Penguatan ketahanan tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, penegak hukum, institusi pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat. Dalam sambutannya, Sandi menegaskan sumber daya manusia yang sehat dan bebas narkoba menjadi modal utama dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional yang produktif serta inklusif.

Rony mengajak seluruh pihak untuk bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas, dan bekerja ikhlas. Pihaknya juga menyelipkan pesan reflektif untuk senantiasa berbuat baik agar setiap bentuk pengabdian memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, forum ini juga menyediakan ruang pemaparan dan diskusi dengan unsur BNNP Sumsel, DPRD Sumsel, pemasyarakatan, kejaksaan, Bappeda, dan Universitas Sumatera Selatan. Pertukaran pandangan tersebut diarahkan untuk memperkuat strategi penanggulangan narkotika sesuai peran masing-masing lembaga.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mumin Wijaya menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat pencegahan narkoba. Polda Sumsel akan terus mendorong perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat.

"Polda Sumsel mendorong agar perlindungan terhadap generasi muda menjadi gerakan bersama. Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, kita ingin memperkuat pencegahan narkoba sekaligus mewujudkan semangat Polri untuk Masyarakat," ungkapnya.

Melalui FGD ini Polda Sumsel berharap ketahanan masyarakat semakin kuat dalam menghadapi ancaman narkoba. Semangat 'Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!' menjadi ajakan untuk bersama-sama menjaga lingkungan, melindungi generasi muda, dan membangun masa depan Sumatera Selatan yang sehat serta produktif.