Lembaga tersebut menjalin kemitraan dengan UNICEF Indonesia sejak 2020 terkait peningkatan kesehatan remaja, yang dilakukan melalui edukasi dan promosi kesehatan, program aksi yang dipimpin generasi muda, penguatan layanan kesehatan, serta pengembangan kebijakan dan sistem yang mendukung kesehatan remaja.

Program tersebut juga memperkenalkan skrining penggunaan tembakau di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Program itu sudah menjangkau 2,5 juta anak muda di Indonesia. Selain itu, lebih dari 25 ribu remaja dan 350 advokat muda telah mendapatkan pelatihan, sementara 120 pemimpin muda dibekali untuk berkontribusi dalam penyusunan pedoman kesehatan remaja nasional.

Perwakilan UNICEF Indonesia Thomas Davin mengatakan kemitraan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan remaja agar lebih responsif terhadap kebutuhan mereka serta memastikan suara generasi muda tercermin dalam kebijakan dan program yang memengaruhi kesehatan mereka.