Bambang menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam terkait pelanggaran ini. Saat ini koordinasi aktif dengan instansi terkait guna menentukan sanksi pidana maupun administratif bagi para pelaku pendakian ilegal tengah dilakukan.

"Sementara kami berkoordinasi dengan pihak penegak hukum Kementerian Kehutanan dan Kepolisian," ujar Bambang.

Belajar dari kejadian ini, TNBTS berencana memperketat pola pengamanan kawasan. Jika sebelumnya fokus penjagaan intensif dilakukan pada akhir pekan, kini pengawasan akan dilakukan secara penuh selama 24 jam nonstop untuk mengantisipasi pendaki nakal yang memanfaatkan hari kerja.

"Sementara ini penjagaan diketatkan di weekend sesuai tren masuknya pendaki ilegal. Tetapi ini ada yang masuk weekday dan jamnya tidak tentu, sehingga butuh penjagaan 24 jam setiap hari," pungkasnya.