NADIKABAR.COM β€” Jalur pendakian Gunung Sibayak di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ditutup sementara mulai 15 Oktober hingga 15 November 2026 untuk mendukung pemulihan ekosistem dan penataan jalur pendakian.

Penutupan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara melalui UPTD Taman Hutan Raya Bukit Barisan Nomor 100.3.4/1/UPTD TAHURA BB/X/2026 tertanggal 13 Oktober 2026.

Kepala UPTD Taman Hutan Raya Bukit Barisan, Faisal Simangunsong yang dihubungi dari Kabanjahe, Rabu, membenarkan perihal surat edaran tersebut dan menyampaikan informasi mengenai pembukaan kembali jalur pendakian akan disampaikan melalui pemberitahuan resmi.

Pembukaan kembali kata Faisal akan mempertimbangkan hasil kegiatan pemulihan ekosistem serta kesiapan aksesibilitas jalur pendakian.

Meski demikian, surat edaran tersebut belum merinci bentuk kegiatan pemulihan ekosistem, lokasi pekerjaan, maupun jenis penataan jalur yang akan dilaksanakan selama masa penutupan.

Gunung Sibayak merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Karo yang menarik minat pendaki dan wisatawan.

Sebagai bagian dari kawasan konservasi Tahura Bukit Barisan, pengelolaan kawasan tersebut membutuhkan keseimbangan antara aktivitas wisata dan perlindungan lingkungan.

Karena itu, penutupan sementara diharapkan dapat memberikan ruang bagi upaya pemulihan lingkungan dan penataan jalur, sehingga kelestarian kawasan tetap terjaga dan aktivitas pendakian dapat berlangsung dengan lebih baik setelah dibuka kembali.

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi pengelola pendakian Gunung Api Sibayak, @gunungsibayakofficial, kebijakan itu berlaku bagi seluruh calon pendaki, masyarakat, pengunjung wisata, dan pihak terkait selama periode penutupan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi pelaksanaan pemulihan ekosistem sekaligus penataan dan peningkatan aksesibilitas jalur pendakian.

Upaya itu diharapkan dapat mendukung kelestarian lingkungan serta meningkatkan kualitas jalur sebelum aktivitas pendakian kembali dibuka.

Pengelola mengimbau masyarakat dan calon pendaki agar mematuhi ketentuan tersebut serta menunggu informasi resmi sebelum merencanakan pendakian selama periode penutupan.

β€œMari kita hormati keputusan ini dan bersama-sama menjaga kelestarian Gunung Sibayak, kebanggaan Tanah Karo dan Sumatera Utara,” demikian imbauan pihak pengelola melalui akun resminya.