Adapun pendapatan COIN turun 48,6 persen dari Rp204,63 miliar pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi Rp105,17 miliar pada sembilan bulan pertama 2026. Sementara pada kuartal III-2026, pendapatan tercatat Rp31,39 miliar atau terkoreksi 2,8 persen dari kuartal sebelumnya.
Meski begitu, menurut Ade, perseroan berhasil menjaga fondasi keuangan, sehingga memungkinkan inisiatif pertumbuhan tetap dijalankan secara berkelanjutan.
Hal itu, menurutnya, dilakukan untuk terus memperkuat postur neraca agar dapat memitigasi dampak fluktuasi pasar aset kripto.
Per akhir September 2026, posisi aset lancar tercatat sebesar Rp378,9 miliar. Menurut perseroan, level ini merepresentasikan bantalan likuiditas yang tebal, yakni 15 kali lipat dari total liabilitas.
Pada sisi lain, total liabilitas hingga akhir kuartal III-2026 berada pada level Rp24,5 miliar, turun dari posisi awal tahun. Penurunan ini, catat perseroan, seiring langkah deleveraging yang dijalankan sepanjang 2026.