Risiko ini perlu diperhatikan terutama oleh penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat-obatan tertentu untuk menurunkan gula darah. Gejala hipoglikemia seperti gemetar, pusing, dan kebingungan juga dapat menyerupai tanda seseorang sedang mabuk sehingga berisiko tidak dikenali.

Ahli gizi dan edukator diabetes Kristie Mezzerli, RD, CDCES, mengatakan seseorang yang memilih mengonsumsi bir perlu memahami pengaruh alkohol terhadap tubuh dan memperhatikan risiko penurunan gula darah.

Salah satu langkah yang disarankan adalah menghindari konsumsi bir saat perut kosong. Makanan yang mengandung protein, karbohidrat berserat, dan lemak sehat dapat membantu mengurangi risiko hipoglikemia akibat alkohol.

Selain itu, kandungan karbohidrat dan kadar alkohol dalam bir perlu diperhatikan. Bir dengan kandungan karbohidrat lebih rendah belum tentu memiliki kadar alkohol yang lebih rendah sehingga tetap berpotensi menyebabkan penurunan gula darah.