Selain itu, pada kebijakan larangan varian rasa, skenario rendah, moderat, dan tinggi menggunakan asumsi pengurangan konsumsi harian masing-masing sebesar 10 persen, 25 persen, dan 50 persen bagi kelompok konsumen, disertai asumsi perpindahan pasar. Persentase tersebut merupakan parameter skenario.

Sementara itu, katanya lagi, kebijakan larangan varian rasa berdampak pada penurunan produksi rokok legal sebesar 4,60-22,35 persen dibandingkan kondisi dasar.

"Di sisi lain, pangsa rokok ilegal pun pada masing-masing skenario diperkirakan meningkat drastis menjadi hingga 25,61 persen," ujarnya lagi.