NADIKABAR.COM — Peneliti utama di Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN), Safarina G. Malik, mengatakan perubahan iklim berdampak terhadap penurunan produktivitas kerja.
"Dari meta-analisis dari 111 studi di 30 negara menemukan satu shif kerja di bawah tekanan panas meningkatkan risiko heat strain, empat kali lipat lebih tinggi. Menjadi lebih lelah, dehidrasi, menurunnya fokus, dan menurunnya kesehatan mental," kata Safarina G. Malik di Jakarta, Kamis.
Hal itu dikatakannya dalam Forum Dialog Kebijakan Nasional, Dampak Krisis Iklim terhadap Kesehatan Fisik dan Mental Petani dan Nelayan di Indonesia.
Dampak krisis iklim pada siang hari, beban tubuh menjadi empat kali lebih berat meski melakukan pekerjaan yang sama.