NADIKABAR.COM β The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) memandang bahwa kesiapsiagaan bencana sudah sepatutnya menjadi budaya bersama di masyarakat.
Peneliti Bidang Sosial TII Made Natasya Restu Dewi Pratiwi mengatakan keterampilan kesiapsiagaan bencana perlu menjadi bagian dari kesadaran, pemahaman, dan keseharian masyarakat.
βBelajar dari hal tersebut, tugas utama Indonesia adalah memastikan keterampilan kesiapsiagaan bencana menjadi bagian dari kesadaran, pemahaman, serta keseharian masyarakat, bahkan sebelum bencana terjadi,β kata Natasya dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Natasya kemudian mengatakan pentingnya kesiapsiagaan tersebut di antaranya terlihat dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak.Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga 21 September 2026, tercatat 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di provinsi terdampak karhutla, dengan 40.363 kasus terjadi pada balita.