Xu Ninglong, seorang peneliti di Universitas Akademi Ilmu Pengetahuan China, bersama timnya merancang serangkaian eksperimen di mana tikus mendengar suara-suara yang berbeda dan harus menyimpulkan aturan tersembunyi. Setelah tikus mempelajari aturan yang berlaku, tim itu mengubah aturan untuk mengamati seberapa cepat tikus beradaptasi dengan logika baru. Tim tersebut menggunakan mikroskop dua foton untuk mengamati neuron di korteks pendengaran tikus.

Sebuah neuron dapat diibaratkan seperti sebuah pohon dengan banyak cabang. Badan sel merupakan bagian utama neuron, sedangkan dendrit merupakan juluran-juluran seperti cabang. Cabang-cabang yang jauh disebut dendrit apikal.

Eksperimen ini menemukan pembagian kerja yang jelas di dalam neuron yang sama. Dendrit apikal terutama mengodekan aturan abstrak yang disimpulkan oleh tikus, sementara badan sel lebih kuat merepresentasikan masukan (input) sensorik pendengaran eksternal. Kedua jenis sinyal tersebut mengalami integrasi nonlinear di dalam neuron, menghasilkan output keputusan yang mendorong pilihan perilaku.