Eksperimen ini menunjukkan bahwa satu neuron dapat berfungsi sebagai komputer mikro dan bahwa interaksi antara dendrit dan badan sel neuron dapat melakukan komputasi kognitif yang berkaitan dengan pengambilan keputusan. Hanya setelah hipotesis terverifikasi beberapa kali dan terkonfirmasi keandalannya, otak perlahan-lahan memperkuat sinapsis neuron dan menyimpan aturan tersebut secara permanen.
Tim itu menemukan bahwa meskipun kecerdasan buatan (AI) juga dapat menggunakan konteks dan informasi yang ada untuk menyesuaikan jawabannya, mekanisme kerjanya sangat berbeda dari otak. Model-model besar umumnya mengembangkan kemampuan melalui pelatihan menggunakan data, sedangkan otak menggabungkan pembelajaran berdasarkan pengalaman, kondisi internal, dan pemrosesan informasi secara waktu nyata. Bahkan, satu neuron memiliki struktur komputasi internal yang rumit.
Tim itu juga menemukan bahwa otak dapat mendukung perilaku yang fleksibel sembari menggunakan energi yang terbatas. Mekanisme biologisnya layak dipelajari untuk mendapatkan wawasan yang dapat membantu membuat sistem AI lebih fleksibel dan lebih efisien.