NADIKABAR.COM — Peneliti dari Universitas Palangka Raya (UPR) Kalimantan Tengah (Kalteng) Rendy Muhamad Iqbal mengembangkan teknologi pengolahan air menggunakan Vacuum Membrane Distillation (VMD) atau destilasi membran vakum untuk menjawab tantangan intrusi air laut di beberapa daerah.

"Intrusi air laut dapat membuat air sungai yang menjadi sumber air baku berubah menjadi payau bahkan terasa asin," kata Rendy di Palangka Raya, Selasa.

Rendy merupakan peneliti dari Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) dan Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UPR.

Dia menjelaskan kondisi tersebut menjadi tantangan dalam penyediaan air bersih di Kalteng, terutama saat musim kemarau ketika debit sungai menurun.

Salah satu wilayah yang menghadapi persoalan tersebut adalah Kabupaten Kotawaringin Timur, yang saat kemarau panjang melanda, intrusi air laut dilaporkan mencapai kawasan Samuda dan Bagendang serta memengaruhi kualitas sumber air baku Perumdam Tirta Mentaya.