NADIKABAR.COM — Anak-anak dan remaja yang memiliki kebugaran kardiorespirasi baik akan menghadapi risiko depresi lebih rendah ketika beranjak dewasa, demikian temuan hasil penelitian oleh Universitas Tasmania (UTAS) Australia yang dirilis Kamis (1/100.
Berbasis data studi "Faktor Penentu Kesehatan Masa Dewasa yang Berasal Dari Masa Kanak-Kanak", penelitian tersebut mengkaji kebugaran kardiorespirasi dan otot lebih dari 1.000 warga Australia berusia 7-15 tahun pada 1985, lalu dinilai kembali lebih dari tiga dekade kemudian saat mereka berusia 36-49 tahun.
Penelitian tersebut menemukan bahwa kebugaran kardiorespirasi pada masa kanak-kanak, yakni kebugaran yang "terbentuk melalui aktivitas fisik yang membuat seseorang terengah-engah," menunjukkan hubungan yang paling kuat dan konsisten dengan risiko depresi yang lebih rendah saat dewasa. Hubungan itu juga tampak lebih kuat di kalangan perempuan.