NADIKABAR.COM — Petugas Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menembak dan melukai seorang pria yang sedang berada di dalam mobil di kawasan Marble Hill, New York City, Kamis (8/10).
Penembakan itu terjadi saat seorang anak berusia lima tahun berada di dalam kendaraan tersebut, kata pejabat kota setempat.
Wali Kota New York Zohran Mamdani mengatakan laporan awal menunjukkan bahwa para agen mengepung pria tersebut dan anak yang berada di dalam mobilnya sebelum melepaskan beberapa tembakan.
Mamdani, dalam pernyataannya, mengatakan anak tersebut diyakini tidak mengalami cedera fisik. “Ini merupakan situasi yang sama sekali tidak dapat dibenarkan dan sangat serius,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dirinya berencana berbicara dengan Presiden Donald Trump dan “menuntut agar dia menghentikan seluruh operasi penegakan hukum ICE di kota kami. Saya tidak akan tinggal diam ketika para agen ICE meneror komunitas kami.”
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), yang membawahi ICE, mengatakan para petugas sedang melakukan “operasi penegakan hukum yang menyasar target tertentu” di wilayah Bronx untuk menangkap seorang pria asal Republik Dominika yang pernah memiliki catatan kriminal.
“Dalam insiden tersebut, seorang petugas ICE melepaskan tembakan dan warga negara asing yang berada di AS secara ilegal serta memiliki catatan kriminal itu terluka,” kata DHS. Departemen tersebut menambahkan bahwa para petugas segera memberikan pertolongan.
“Pria tersebut masih hidup dan berada di rumah sakit setempat,” kata DHS. Departemen itu menyebut penembakan terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat (20.00 GMT/03:00 WIB hari Jumat-9/10).
DHS menuduh pria tersebut memiliki “keterkaitan” dengan sebuah geng dan pernah terlibat sejumlah tindak pidana. Namun, departemen itu tidak mengungkapkan identitasnya ataupun memberikan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut.
Departemen tersebut sebelumnya menuai kritik terkait penggunaan kekuatan mematikan oleh aparat federal terhadap imigran, yang kemudian menyebut orang-orang yang menjadi sasaran operasi mereka sebagai anggota geng.
Pemerintahan Trump juga berulang kali menuduh imigran dan demonstran menggunakan kendaraan sebagai senjata, dengan menyatakan bahwa petugas melepaskan tembakan sebagai respons terhadap “serangan menggunakan kendaraan”.
Penerjemah: Primayanti