Menurutnya kejadian itu tidak sampai ke ramah polisi. Ia mengaku memaafkan kepada bersangkutan. Namun kejadian dugaan penembakan kembali terjadi lagi. Hanya Yongki tidak tahu pasti pelakunya, karena beberapa hari kemarin ia bersama AMPB di Jakarta.

"Dulu waktu itu pintu terbuka peluru kena motor. Kok ada lagi ini, tapi tidak tahu pelakunya siapa ini," ungkap dia.

Terkait dengan keberadaan gotri, menurutnya diakui banyak ditemui di rumahnya. Sebab keseharian di rumah tersebut tempat untuk bengkel kendaraan. Maka tidak heran jika ada banyak gotri ditemukan di lokasi.

"Masalah gotri sebelum kejadian, ruang tamu untuk alat bengkel sebelum berangkat Jakarta itu dibersihkan anak saya dipindahkan ke rumah sebelah. Gotri itu memang ada di rumah, bukan peluru," ujarnya.

"Makanya ditemukan banyak gotri di rumah. Kenapa kalau banyak gotri terus lubangnya hanya satu. Besarnya peluru sama lubang kaca yang pecah tidak sesuai besaran gotri," jelasnya.

Yongki mengatakan ada dugaan teror ini setelah dirinya ikut bersama AMPB ke Jakarta. Sebab selain teror kaca pecah, juga istrinya mendapatkan pesan teror dari orang tidak dikenal.