"Waktu ketahuan jam 10 pagi, sorenya nomor WA istri saya diteror, unggah video hasil dari Jakarta disuruh dihapus," ujarnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widya Wiratama dimintai konfirmasi hingga sore ini belum ada jawaban.
Diberitakan sebelumnya, Waka Polresta Pati, AKBP Ardyan Ukie Hercahyo mengatakan berdasarkan hasil olah tempat kejadian disimpulkan ada perusakan diduga menggunakan gotri. Menurutnya ada kejanggalan karena gotri berasal dari dalam bukan luar rumah. Akan tetapi polisi perlu waktu untuk memastikan kejadian dugaan teror tersebut.
"Kesimpulan sesuai fakta memang terjadi perusakan diduga menggunakan gotri, arah gotri dari dalam rumah, bisa kita lihat kaca yang menunjukkan tekanan dari dalam. Kami perlu waktu untuk melakukan pendalaman lagi," ungkapnya saat konferensi pers di Polresta Pati, Kamis (27/8/2026).
Ardyan juga memastikan kejadian tersebut tidak ada hubungannya dengan konten unjuk rasa.
"Belum ada hubungan konten unjuk rasa dengan kejadian tersebut," ungkapnya.