"Makanya ditemukan banyak gotri di rumah. Kenapa kalau banyak gotri terus lubangnya hanya satu. Besarnya peluru sama lubang kaca yang pecah tidak sesuai besaran gotri," jelasnya.
Yongki sebelumnya bersama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mengikuti demo di Jakarta. Setelah kembali ke Pati, dia menyebut melaporkan kasus teror itu kepada polisi pada Kamis (27/8). Yongki berharap agar kasus ini diungkap secara terang benderang oleh polisi.
"Saat ini masih proses sama polisi. Kalau bisa dilanjutkan diproses polisi, karena itu bahaya dan mengancam penghuni rumah, karena kena penghuni rumah berbahaya," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Waka Polresta Pati, AKBP Ardyan Ukie Hercahyo mengatakan berdasarkan hasil olah tempat kejadian disimpulkan ada perusakan diduga menggunakan gotri. Menurutnya ada kejanggalan karena gotri berasal dari dalam bukan luar rumah. Akan tetapi polisi perlu waktu untuk memastikan kejadian dugaan teror tersebut.