Ia mengatakan gangguan operasional Bandara Singkawang selama sekitar satu bulan telah memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Dampak tersebut, kata dia, tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga pariwisata, perhotelan, usaha kuliner dan restoran yang bergantung pada mobilitas masyarakat dari luar daerah.
"Langkah-langkah ini kami upayakan demi pergerakan perekonomian Kota Singkawang. Selama satu bulan bandara tidak beroperasi, dampaknya sangat terasa pada sektor pariwisata, perhotelan, hingga usaha kuliner dan restoran," ujarnya.
Tjhai Chui Mie mengatakan, Pemkot Singkawang sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia dan maskapai untuk membahas skema penerbangan pagi sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu pemasangan Instrument Landing System (ILS).