Guna memastikan opsi perjalanan yang aman, Kemenhaj menginstruksikan PPIU aktif berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, pengelola bandara, otoritas penerbangan, dan muassasah (penyedia layanan) di Arab Saudi. Di saat bersamaan, Kemenhaj terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Perhubungan untuk memantau dinamika kondisi lalu lintas udara.
Perhatian ekstra turut diberikan kepada jemaah yang saat ini tertahan di Arab Saudi maupun lokasi transit akibat pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan. Kemenhaj menegaskan tidak boleh ada satu pun jemaah yang lepas dari pengawasan dan pendampingan travel.
"Kami terus melakukan koordinasi untuk memastikan jemaah yang masih berada di Arab Saudi maupun di negara transit terpantau dengan baik. Prinsipnya, tidak boleh ada jemaah yang kehilangan pendampingan atau tidak memperoleh kepastian pelayanan," tegas Puji.
Selain itu, Kemenhaj merangkul seluruh asosiasi untuk menjangkau travel umrah di luar keanggotaan agar penanganan jemaah terdampak bisa berjalan secara masif dan merata.