Martha menjelaskan fluktuasi penerimaan kepabeanan dan cukai dipengaruhi dinamika perdagangan internasional, aktivitas ekspor-impor, serta kondisi industri yang menjadi objek pungutan kepabeanan dan cukai di Sulawesi Selatan.

Khusus pada bea keluar, penurunan sangat tajam karena pada tahun-tahun sebelumnya, bea keluar ditopang oleh penerimaan kakao (coklat) dari Makassar, namun di tahun 2026 volume ekspor turun sangat drastis yang juga berpengaruh pada penerimaan bea keluar.