NADIKABAR.COM — Board of Advisors Prasasti, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan penerimaan pajak negara terhadap Produk Domestik Bruto (PBD) masih berada di kisaran 12%. Kondisi ini disebut tidak mengalami peningkatan berarti sejak 13 tahun terakhir.
Hashim menilai, capaian penerimaan negara ini masih tertinggal dari Kamboja dan Vietnam yang masing-masing sebesar 18% hingga 23%. Menurutnya, Indonesia kehilangan sekitar 6% per tahun atau sekitar Rp 1.500 triliun per tahun.
"Rasio penerimaan kita terhadap PDB sangat rendah. 13 tahun lalu sebesar 12% dari PDB, dan hari ini masih 12% dari PDB," kata Hashim dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026).
"Kita kurang mengumpulkan penerimaan sebesar 6% per tahun dari yang seharusnya bisa dikumpulkan. Itu setara Rp 1.500 triliun per tahun yang seharusnya bisa kita kumpulkan sekarang," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Pajak (DJP) Bimo Wijayanto, mengatakan baru sekali dalam sejarah pemerintah berani menargetkan penerimaan pajak 9% dari PDB dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia juga mengakui angka tersebut tidak berubah sejak beberapa tahun terakhir.