Kemudian halaman yang lain, lanjut Jokowi, dilakukan dengan ketik manual.
Pada saat yang sama, Jokowi juga membantah tudingan Roy Suryo Cs yang menuding pada 1985, belum ada font Times New Roman, sehingga ijazah tersebut diduga palsu.
Kala itu, menurut Jokowi, banyak skripsi yang dicetak di percetakan yang sama dengan menggunakan font Times New Roman.
"Kalau dikatakan bahwa covernya pakai Times New Roman yang itu belum ada di tahun 1985, nyatanya ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana itu semuanya juga seperti itu dan bisa. Bukan hanya skripsi saya saja, Yang Mulia," ujar dia.