"Beberapa kali ketemu di kos itu ya tim redaksi bulan Mei dan Juni itu. Pengakuan tersangka bahwa korban ke kos untuk main. (Main apa?) Ini masih perlu kita pendalaman lebih lanjut," ujar Sriniti.

Lebih lanjut, Sriniti menjelaskan bahwa kedua orang tua Mozza tidak mengetahui apalagi mengenal korban. Mereka juga tidak tahu adanya hubungan pacaran di tim redaksi keduanya.

"Kedua orang tua pun tidak mengetahui dan tidak mengenal siapa tersangka ini," kata Sriniti.

Sriniti menjelaskan cara bertindak Very menghabisi Mozza, yakni dengan membekapnya menggunakan tangan kosong. Ia melakukannya sekitar tujuh menit.

"Pelaku membekap korban hingga lemas pakai tangan kosong sekitar kurang lebih tujuh menit," jelas Sriniti.

Sriniti menyampaikan Very sempat keluar untuk membeli makan. Dia juga mencari lokasi tempat pembuangan korban.

"Sempat tersangka keluar untuk membeli makan dan juga menyiapkan tali rafia dan juga menyisir tempat yang akan dilakukan menghilangkan jenazah korban, yaitu di wilayah Jangli," ungkap Sriniti.