NADIKABAR.COM — Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), serta reformasi kultur di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi tantangan bagi Kapolri baru.
"Kapolri berikutnya memiliki tantangan sangat besar bagi organisasi, selain reformasi kultural yang belum tuntas juga percepatan perkembangan teknologi terutama AI (kecerdasan buatan)," kata Bambang saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kemampuan Polri mengikuti perkembangan teknologi menjadi semakin penting karena masyarakat juga semakin mengandalkan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.
"Ini penting karena masyarakat pasti akan lebih melek dengan informasi," ujarnya.
Bambang mengatakan jajaran Polri perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum.
"Akan menjadi problem jika jajaran Polri tidak segera beradaptasi dengan ekspektasi masyarakat yang tinggi," katanya.