NADIKABAR.COM — Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an menilai program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu program dengan capaian paling konkret dan paling cemerlang dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Ali, program yang menjangkau 106,3 juta orang per 13 Oktober 2026, tersebut menunjukkan upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan preventif melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

"Kalau kita melihat capaian pemerintahan dalam dua tahun ini, ada sejumlah program yang pelaksanaannya sudah terlihat. Cek Kesehatan Gratis, misalnya, telah menjangkau lebih dari 106 juta orang. Ini merupakan capaian yang penting dalam upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan," ujar Ali dalam diskusi Capaian & Tantangan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" di Jakarta, Selasa.

Ali mengatakan capaian program tersebut menjadi salah satu indikator pelaksanaan agenda pemerintah dalam memperluas jangkauan layanan dasar. Dengan cakupan yang telah mencapai lebih dari 106 juta orang, CKG menunjukkan besarnya upaya menjangkau masyarakat melalui layanan kesehatan yang menitikberatkan pada deteksi dini.

Ia menilai keberhasilan pelaksanaan program perlu diikuti dengan penguatan manfaat bagi masyarakat, terutama melalui tindak lanjut hasil pemeriksaan, akses terhadap layanan kesehatan lanjutan, serta penanganan masalah kesehatan sejak dini.

Menurut Ali, evaluasi terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran perlu melihat capaian program sekaligus peluang untuk meningkatkan efektivitas kebijakan agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.

"Banyak program pemerintah yang output-nya sudah berjalan dan terlihat. Tantangannya sekarang adalah bagaimana memastikan outcome-nya semakin kuat, sehingga program tidak hanya terlaksana, tetapi juga benar-benar memberikan perubahan yang dirasakan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif kebijakan publik, output merupakan keluaran langsung dari pelaksanaan program, sedangkan outcome menggambarkan perubahan atau manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.

Karena itu, Ali menilai penguatan hasil kebijakan menjadi tahapan penting untuk memastikan berbagai program pemerintah tidak hanya terlaksana sesuai target, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan dalam diskusi refleksi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang diselenggarakan Arus Survei Indonesia.

Diskusi itu menghadirkan Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes, Pemimpin Redaksi BeritaSatu Syukri Rahmatullah, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro, serta Ali Rif'an.

Ali menegaskan evaluasi terhadap pemerintahan perlu menempatkan capaian dan tantangan dalam satu kerangka yang utuh. Capaian pelaksanaan program menjadi modal penting bagi pemerintah untuk terus memperbaiki kualitas kebijakan dan memastikan manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat.