NADIKABAR.COM — Pemerhati lingkungan, Nathanael Undas mengatakan ratusan nozzle yang didistribusikan melalui posko bencana Rumah Zakat dan BPBD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mempercepat proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang ada di bawah permukaan lahan gambut.
"Nozzle adalah alat yang paling efektif untuk memadamkan api yang terbakar di bawah lahan gambut. Hari ini saya melihat bagaimana gigihnya teman-teman yang ada di garda depan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan semakin luas. Apresiasi setinggi-tingginya saya berikan kepada teman-teman yang melawan api ini," kata Nathanael dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Selain nozzle, pihaknya bersama mitra juga mendistribusikan bantuan berupa peralatan APD, makanan, suplemen, air mineral, nozzle pemadaman kebakaran khusus gambut.
Diketahui, lahan gambut punya tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Berbeda dengan kebakaran di permukaan, api di lahan gambut dapat tersimpan di dalam tanah dan terus menyala meski permukaannya tampak sudah padam.
"Karena itu, pemadaman di lahan gambut tidak cukup dilakukan dari atas. Bara yang tersimpan di bawah tanah dapat merambat dan memunculkan api kembali di titik lain. Asap yang mengganggu pernapasan pun kerap berasal dari api yang tidak terlihat ini," ujarnya.
Untuk menjangkau bara tersebut, petugas membutuhkan alat yang berbeda dari selang pemadam pada umumnya. Selang biasa dipakai untuk memadamkan api yang terbuka di atas permukaan tanah, sehingga air sulit menjangkau bara di lapisan bawah.
Sementara itu, nozzle tancap tanah bekerja dengan prinsip seperti jarum. Alat ini ditusukkan ke dalam tanah gambut, lalu air disalurkan langsung ke titik api di bawah permukaan.
Penyaluran ini merupakan bagian dari Langkah Berdampak, program yang diinisiasi Kahf di bawah naungan ParagonCorp, yang dijalankan bersama pemerintah daerah dan mitra di lapangan dalam penanganan karhutla.
Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni mengatakan melalui Langkah Berdampak, Kahf bersama BPBD Kota Palangka Raya juga menyalurkan APD untuk menunjang keselamatan petugas di lapangan. Selain itu, Kahf memberikan bantuan bagi keluarga petugas pemadam kebakaran yang gugur dalam upaya pemadaman karhutla di Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Astri menyampaikan bahwa penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Kami berharap bantuan kecil yang kami berikan bisa menyelesaikan masalah hingga ke akarnya. Karena itu, sangat penting untuk berkolaborasi dengan ahlinya. Dari diskusi dengan BPBD Kota Palangka Raya dan Rumah Zakat yang sudah mendalami permasalahan ini, kami memahami bahwa nozzle tancap tanah adalah salah satu solusi efektif dan jumlahnya perlu ditambah," katanya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Kahf berupaya mengambil bagian dalam menangani dampak karhutla bersama mitra yang memahami kondisi di lapangan, salah satunya Rumah Zakat.
Dengan menghadirkan alat yang sesuai dengan tantangan di lahan gambut, Kahf berharap petugas dapat menjangkau titik api hingga ke dalam tanah, sehingga pemadaman dapat dilakukan hingga tuntas.
"Ke depan, Kahf akan terus memperhatikan kebutuhan petugas dan masyarakat agar setiap dukungan yang diberikan tetap tepat sasaran," ujarnya.