"Pendidikan AI sebaiknya tidak hanya mengajarkan cara memakai aplikasi, tetapi juga tanggung jawab, etika, dan keamanan digital. Jangan sampai generasi muda semakin mahir menggunakan AI, tetapi, justru mudah dimanipulasi oleh teknologi yang digunakannya," ujar dia.
Dia juga mengingatkan generasi muda untuk tidak sekadar menjadi konsumen teknologi. Pemuda didorong untuk mulai membangun dan menciptakan inovasi sendiri guna mewujudkan kemandirian digital.
"Semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan menjadi kemandirian teknologi. Jangan hanya menjadi pengguna AI buatan bangsa lain, anak muda Indonesia harus ikut menciptakan AI untuk Indonesia," ujar Heru.