NADIKABAR.COM — Pengamat minyak dan gas bumi (migas) Pri Agung Rakhmanto menilai arah investasi hulu migas menunjukkan perkembangan positif dalam dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Pri Agung menilai perbaikan pelaksanaan kegiatan, fleksibilitas pilihan kontrak serta insentif dan pembagian hasil yang lebih menarik menjadi bagian dari upaya menjaga investasi tetap berjalan.

"Jadi, berbagai upaya sudah dilakukan, trennya naik. Itu artinya kemudian yang beroperasi di sini itu memang masih melanjutkan investasinya di Indonesia," kata Founder & Advisor ReforMiner Institute itu dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Adapun, selama dua tahun Prabowo-Gibran, kata Pri, keberlanjutan pengembangan lapangan dan kemajuan proyek gas berskala besar oleh investor global membuka peluang pertumbuhan investasi sekaligus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.

Berdasarkan data terbaru, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi investasi unaudited pada sektor hulu migas menyentuh 10,4 miliar dolar AS atau Rp179,2 triliun hingga 31 Agustus 2026.

Capaian tersebut menjadi bagian dari tren pertumbuhan investasi hulu migas dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, realisasi investasi hulu migas mencapai 14,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp245,5 triliun, tumbuh empat persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar 14,4 miliar dolar AS.

Adapun pada 2026, investasi hulu migas ditargetkan mencapai 17,9 miliar dolar AS.

Jika ditarik lebih jauh ke belakang, investasi hulu migas Indonesia menunjukkan tren peningkatan, terutama pada masa pemulihan pascapandemi.

Pada 2020 investasi tercatat sebesar 10,5 miliar dolar AS, kemudian meningkat menjadi 11,0 miliar dolar AS pada 2021. Peningkatan berlanjut pada 2022 dengan realisasi 12,1 miliar dolar AS dan mencapai 13,3 miliar dolar AS pada 2023.

Daya tarik investasi Indonesia juga tercermin dalam penilaian komponen iklim investasi. Pada 2026, Indonesia menempati peringkat ke-4 dari 15 negara untuk kategori Activity & Success. Penilaian itu relatif sama kuatnya dengan 2025, didukung oleh sejumlah penemuan besar di sepanjang 2026.

Salah satunya, North Hub di lepas pantai Kalimantan Timur, dengan investasi 11,8 miliar dolar AS dan target produksi pada 2028. Konstruksi fasilitas produksi terapungnya telah dimulai pada Juli 2026, menyusul keputusan investasi final perusahaan migas asal Italia, Eni untuk North Hub dan South Hub pada Maret 2026.

Pengembangan proyek tersebut membuka peluang bagi industri fabrikasi, penyedia jasa, dan pemasok dalam negeri, sekaligus memperkuat pasokan gas domestik dan LNG.

Minat investor juga terlihat dari pengumuman enam pemenang lelang wilayah kerja pada September 2026, dengan total komitmen pasti sekitar 141,5 juta dolar AS.