"Mandalika membutuhkan kombinasi pengereman yang tepat, kestabilan saat melewati tikungan, dan akselerasi yang efektif ketika keluar dari tikungan. Marquez harus bisa membedakan kapan waktunya menyerang dan kapan harus menjaga ritme" ujar dia.

Catatan empat musim terakhir menjadi pengingat bahwa tantangan Marquez di Mandalika tidak semata-mata berkaitan dengan kecepatan. Pada 2022, dia tidak mengikuti balapan utama setelah mengalami kecelakaan saat sesi pemanasan dan dinyatakan tidak fit.

Pada 2023, dia terjatuh ketika balapan berlangsung. Setahun kemudian, masalah teknis motor terbakar yang membuatnya gagal menyelesaikan Grand Prix, sedangkan pada 2025 dia kembali tersingkir setelah mengalami insiden bersama Bezzecchi pada putaran pertama.

β€œKalau melihat catatan sebelumnya, target pertama Marquez adalah menyelesaikan balapan. Setelah empat kali gagal finis di Grand Prix Mandalika," kata Priandhi.

Hari kedua Pertamina Grand Prix of Indonesia yang berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober dengan agenda sesi latihan bebas, kualifikasi, balapan sprint dan race utama di gelar Minggu, 11 Oktober 2026.