NADIKABAR.COM β€” Pengamat otomotif Priandhi Satria mengatakan pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez akan fokus memutus rangkaian selalu gagal finis pada balapan MotoGP Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Hasil latihan Jumat (9/10) di Sirkuit Mandalika memperlihatkan peluang Marquez untuk menang masih terbuka, meskipun dia belum menjadi pembalap dengan kecepatan terbaik," kata Priandhi Satria, dikutip dari keterangan tertulisnya di Mandalika, NTB, Sabtu.

Pada sesi Free Practice 1, Marquez menempati posisi kedua dengan catatan waktu tercepat satu menit 30,369 detik, hanya terpaut 0,237 detik dari Marco Bezzecchi (Aprilia Racing).

Namun, pada sesi Practice, dia turun ke posisi kelima dengan waktu satu menit 29,426 detik, tertinggal 0,701 detik dari Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team) yang menjadi pembalap tercepat.

"Hasil latihan tersebut menjadi gambaran awal mengenai tantangan yang harus dihadapi Marquez," kata Priandhi.

Menurut Priandhi Satria, yang menjabat Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) pada 2022–2025, Marquez memiliki kemampuan dan pengalaman untuk bersaing di depan. Namun, hasil latihan menunjukkan dia masih harus menemukan kecepatan yang lebih tajam.

"Aprilia tampil kuat di Mandalika, sehingga Ducati perlu memanfaatkan sesi berikutnya untuk memperkecil selisih waktu,” tutur Priandhi.

Persaingan menjadi semakin menarik karena tiga posisi teratas pada sesi Practice dikuasai pembalap Aprilia. Raul Fernandez menjadi yang tercepat, diikuti Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Aprilia memiliki modal kuat untuk menghadapi balapan utama, sedangkan Marquez masih harus memperbaiki performa satu putaran dan menemukan keseimbangan motor yang lebih sesuai dengan karakter sirkuit.

Menurut Priandhi, tantangan Marquez bukan hanya mengejar waktu tercepat, melainkan menemukan cara untuk mempertahankan kecepatan tanpa meningkatkan risiko kesalahan.

"Mandalika membutuhkan kombinasi pengereman yang tepat, kestabilan saat melewati tikungan, dan akselerasi yang efektif ketika keluar dari tikungan. Marquez harus bisa membedakan kapan waktunya menyerang dan kapan harus menjaga ritme" ujar dia.

Catatan empat musim terakhir menjadi pengingat bahwa tantangan Marquez di Mandalika tidak semata-mata berkaitan dengan kecepatan. Pada 2022, dia tidak mengikuti balapan utama setelah mengalami kecelakaan saat sesi pemanasan dan dinyatakan tidak fit.

Pada 2023, dia terjatuh ketika balapan berlangsung. Setahun kemudian, masalah teknis motor terbakar yang membuatnya gagal menyelesaikan Grand Prix, sedangkan pada 2025 dia kembali tersingkir setelah mengalami insiden bersama Bezzecchi pada putaran pertama.

β€œKalau melihat catatan sebelumnya, target pertama Marquez adalah menyelesaikan balapan. Setelah empat kali gagal finis di Grand Prix Mandalika," kata Priandhi.

Hari kedua Pertamina Grand Prix of Indonesia yang berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober dengan agenda sesi latihan bebas, kualifikasi, balapan sprint dan race utama di gelar Minggu, 11 Oktober 2026.