NADIKABAR.COM — Pengamat politik Hendri Satrio menilai hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) yang menyebutkan kepuasan publik sebesar 65,2 persen terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menjadi sinyal positif pemerintah untuk terus bekerja menyejahterakan rakyat.
"Ini merupakan sinyal positif juga buat pemerintahan yang sedang melakukan pembenahan," ujar Hensa, sapaan akrabnya dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Akademisi Universitas Paramadina itu mengatakan kepuasan di atas 60 persen menempatkan pemerintah pada posisi yang lebih baik dibandingkan potret dari survei-survei sebelumnya.
Selain angka kepuasan, survei yang sama mencatat tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah mencapai 67 persen. Hensa membaca angka kepercayaan yang sedikit lebih tinggi dari angka kepuasan itu sebagai tanda bahwa publik masih memberi kesempatan kepada pemerintah.
"Kepercayaan 67 persen itu sedikit lebih tinggi dari angka kepuasannya. Artinya, masyarakat masih menaruh harapan dan memberi kesempatan kepada pemerintah. Kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja nyata di tahun ketiga, jangan sampai disia-siakan," ujar Hensa.
Hensa tetap mengapresiasi perubahan yang sudah dilakukan pemerintah. Menurut dia, langkah seperti perbaikan kebijakan hingga reshuffle kabinet patut diapresiasi.
Namun dia mencatat sejumlah sektor yang masih perlu dikejar capaian kinerjanya, terutama yang berkaitan dengan tata kelola dan keselamatan warga.
"Perubahan-perubahan yang dilakukan pemerintah harus diapresiasi, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti pemberantasan korupsi, penanganan kebakaran hutan dan lahan serta program Makan Bergizi Gratis yang harusnya nihil dari kasus keracunan," ujarnya.
Hensa juga melihat hasil terbaru itu sebagai perubahan arah dibandingkan survei-survei sebelumnya. Ia mengharapkan tren tersebut bisa terus berlanjut.
"Ini kan hasil terakhir lembaga survei ya, sebelum-sebelumnya kan selalu di bawah 50 persen. Artinya, semoga kinerja pemerintahan ini memang membaik dan terus membaik," katanya.