Layanan tersebut bekerja secara otomatis dengan mengirimkan pesan teks selamat datang, dan informasi-informasi lain yang perlu diketahui WNI ketika mereka tiba di luar negeri.

"Jadi, itu adalah kesan pertama warga negara Indonesia begitu tiba di luar negeri. (Layanan) itu memungkinkan orang Indonesia itu terbantu begitu datang ke wilayah luar negeri," kata Rezasyah.

Selain sistem layanan digital yang dinilai sudah sangat baik, Rezasyah juga menilai perwakilan Indonesia di luar negeri sudah sangat aktif membantu para WNI dan diaspora di luar negeri.

"Kedutaan besar Indonesia termasuk sangat aktif. Sangat aktif dalam mendata orang-orang kita. Apakah mereka WNI atau mereka dalam status permanent resident di negara tersebut, atau juga mereka menjadi diaspora atau generasi kedua atau generasi ketiga," katanya.

Pendataan yang cukup baik tersebut membuat para WNI di luar negeri rukun dan memiliki rasa persaudaraan atau guyub satu sama lain.